Usai Gagal,Rudianto Kecewa Dengan Perangkat Dan Panitia Pilkades -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Usai Gagal,Rudianto Kecewa Dengan Perangkat Dan Panitia Pilkades

Redaksi

WANGON - Usai pilkades di Klapagading, calon kades incumbent Rudianto yang gagal dalam perolehan suara beberapa hari lalu (23/7) kembali mendatangi balaidesa bersama ratusan pendukungnya. Kedatangan mereka disambut oleh Sekertaris Sughiro di pendopo Balai Desa, Jumat (26/7).

Namum rencana yang semula akan bersilturahmi dan berpamitan dibumbui orasi Rudianto. Dalam orasi yang penuh emosional tersebut, Rudianto menyebut kecurangan saat sebelum pencoblosan. Didepan ratusan massa pendukungnya Rudi menyebut ada intimidasi oleh salah satu calon sebelum pencoblosan, sehingga menimbulkan kecemasan di masyarakat untuk memilih.

" Banyak warga desa yang diintimidasi oleh kubu lain untuk tidak memilih saya,,"menang kalah bukan menjadi Masalah, akan tetapi kejujuran dalam demokrasi harus ditegakkan agar Klapagading kedepan bener bener menjadi desa yang bersih dan cerdas berdemokrasi, katanya.

Situasi nampak makin bergemuruh saat Rudianto menyebut beberapa perangkat desa yang mempunyai berbagi masalah. Bahkan Rudi dengan nada tinggi menyebut nama nama berinisial Kus, Sal, Sl bahkan ketua BPD. "Didepan baik dibelakang menusuk, mau jadi apa desa klapagading kalau di huni oleh oramg yang munafik, "Katanya.

Saat berlangsung orasi, sekitar pukul 9:30 WIB, Camat Wangon Roni Hidayat tiba tiba muncul didampingi oleh Kasi Trantib Marsono dan anggotanya tanpa ada aparat keamanan lainnya.Kedatangannya langsung memantau adanya massa Cakades Rudianto. 

Menurut Camat Wangon tersebut, mengatakan bahwa perlu adanya kedewasaan dalam berpolitik. " Bila dianggap ada kecurangan atau pelanggaran alangkah baiknya dilaporkan secara resmi dan tertulis dengan melampirkan bukti otentik"katanya.

"Apapun yang terjadi pasca pilkades bila dianggap ada pelanggaran silahkan melaporkan kepihak berwajib, Kecamatan dalam hal ini hanya memfasilitasi, apabila dokumen yang diajukan pihak panitia secara adminitratif memenuhi syarat tinggal kami ajukan ke pemerintah Kabupaten,"katanya.

Sedang pendapat tokoh pemuda yang ikut mencalonkan diri yakni Yohanes Setyo Sasongko ,S.PT menyayangkan pihak yang dilaporkan adanya pelanggaran tidak ditangani secara serius. "Seharusnya bila ada pelaporan segera ditangani secara serius, sehingga tidak ada keberatan pasca pencoblosan,"katanya.

Setelah puas melakukan kritik pedas terhadap panitia dan perangkat desanya, justru kejadian berbanding terbalik. Yakni para pendukun dan perangkat desa bersalam salaman, hingga terjadi isak tangis sebagai tanda perpisahan terhadap pemdes Klapagading.(cro)