74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Kapal Kilat Maju Jaya 7 Hilang Kontak, 10 ABK Dalam Pencarian Tim SAR di Samudra Hindia

Tim SAR Cilacap siapkan pencarian 10 ABK yang hilang kontak di Samudra Hindia, Rabu 13 Maret 2024

CTVINDONESIA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Cilacap mendapat laporan dari pihak perusahaan kapal tentang kehilangan kontak dengan kapal nelayan "Kilat Maju Jaya 7" pada Kamis, 10 Maret 2024, pukul 11.00 WIB di perairan Samudera Hindia. Kapal ini dilaporkan hilang kontak dengan POB 10 orang di atasnya.

Menurut kronologis kejadian, Kapten Kapal Maju Jaya 28, BP Tarmuji, menerima laporan dari Kapten Kapal Kilat Maju Jaya 7, Waidin, tentang rencana berlabuh di Cimiring, Cilacap. Namun, setelah laporan tersebut, kapal Kilat Maju Jaya 7 tidak dapat dihubungi kembali hingga hari ini, Minggu, 13 Maret 2024.


Koordinat terakhir kapal diperoleh adalah 10°1510.00"S, 109° 7'0.00"E, dengan kondisi cuaca saat itu sedang hujan. Kapal diperkirakan berada sekitar 151 NM dari Kantor SAR Cilacap, dengan arah kapal menuju ke 177° dari kantor tersebut.

"Kami telah menerima laporan dan segera mengkoordinasikan upaya pencarian dan penyelamatan. Mohon bantuan dari kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah tersebut untuk memberikan kontribusi dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban," ungkap Kepala Kantor SAR Cilacap.

Dihimbau kepada masyarakat yang menemukan informasi terkait keberadaan kapal atau korban untuk segera menghubungi Kantor SAR Cilacap melalui telepon di nomor 0282521880, email kagahar.cilacap@gmail.com, atau melalui WhatsApp di nomor 082211511544.

Kapal Kilat Maju Jaya 7 memiliki Gross Tonnage (GT) sebesar 22 dan merupakan jenis kapal pembawa ikan (fish carrier). Stasiun Radio Pantai Cilacap telah membroadcast kepada kapal – kapal yang melintas dan terus memantau situasi.

Upaya pencarian dan penyelamatan korban hilang ini akan terus dilakukan dengan kerja sama dari berbagai pihak demi keselamatan para pelaut.

Tim Maritime Coordination Center

Posting Komentar

Posting Komentar

close
close