CTV Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Banyumas Kembangkan Pertanian Pisang Cavendis Di Desa Cibangkong

Banyumas Kembangkan Pertanian Pisang Cavendis Di Desa Cibangkong


Foto: Kepala Bappeda Banyumas Purwadi Santosa (kanan) survei lahan untuk pengembangan pisang candevis di desa Cibangkong.(Rama) 

Banyumas - Pengembangan sektor pertanian  pisang unggulan Cavendis bakal dilakukan di Desa Cibangkong, Pekuncen diatas lahan milik kas desa seluas sekitar 8 hektar.

Untuk mendorong peningkatan kesejahteraan, komoditas pisang cavendis dikembangkan oleh warga desa Cibangkong.

Mengingat tingginya permintaan akan buah pisang dipasaran sehingga budidaya pisang cavendis dilakukan. 

Kepala Desa Cibangkong Sarwoto Aminoto mengatakan rencana budidaya akan segera direalisasikan secara intensif di areal lahan milik pemerintah desa.

"Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, dengan budidaya ini secara tidak langsung membuka lapangan kerja baru bagi warga desa setempat. Seperti tenaga untuk upah tebang, angkut dan pengemasan buah pisang," ungkapnya, Jum'at (10/7/2020). 

Disamping itu, kata Sarwoto, telah ada investor yang akan membantu mengembangkan dan menanamkan modalnya Di Desa Cibangkong.

"Kami menyambut baik hal ini karena memanfaatkan tanah desa sebagai sumbet penghasilan asli desa", tandasnya. 

Sementara Kepala Bappeda Banyumas Purwadi Santosa bersama Kadinas Pertanian Banyumas yang turut mengecek lokasi calon area yamg bakal dijadikan perkebunan menerangkan sektor apapun yang bermanfaat bagi kepentingan desa akan didukung sepenuhnya.

"Pemerintah mendukung upaya upaya yang dilakukan Desa untuk meningkatkan perekonomiannya, tidak hanya itu, bisa juga menggabungkan potensi lokal yang bisa dijadikan objek wisata," katanya.

Setelah dilakukan survey dilapangan, Purwadi Santosa mengharapkan, pemdes Cibangkong segera merealisasikan pembukaan kebun pisang cavendis.

"Bila sudah terjadi kesepakatan dengan investor, segera realisasikan." tegasnya. (Rama) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.