74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Kemendikbud Bantu APD Untuk 4 RS dan Fakultas Kedokteran Unsoed


Foto: Warek bidang umum dan keuangan Unsoed Prof. Dr. Hibnu Nugroho , S.H., M.H., (Kiri) serahkan APD bantuan Kemendikbud kepada Direktur RSUD Brebes, drg. Oo Suprana, M. Kes.(Kanan).(Rama) 

Purwokerto, Keterbatasan alat pelindung diri (APD) di sejumlah rumah sakit dalam penanganan pandemi Covid 19 mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Kali ini, APD bantuan dari kemendikbud itu ditujukan untuk empat rumah sakit (RS) yaitu Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unsoed, RSUD Brebes, RS Kardinal Tegal, RSUD Dr. H. RM, Soeselo Slawi dan Fakultas Kedokteran Unsoed. 

Bantuan APD dari Kemendikbud tersebut yang dikoordinir oleh Fakultas Kedokteran Unsoed diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor bidang umum dan keuangan mewakili Rektor Unsoed, Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H.,MH, di gedung RSGMP Unsoed Purwokerto, Kamis (11/7/2020).


Wakil Rektor bidang umum dan keuangan Unsoed Profesor Dr. Hibnu Nugroho, S.H., MH mengatakan, wabah pandemi covid-19 telah mengubah banyak sekali perilaku yang dahulu terasa tidak penting atau biasa-biasa saja,  sekarang menjadi sangat penting atau bahkan keharusan.  

"Tidak hanya itu,  kita juga sekarang diharapkan berperilaku tertentu yang dahulu tidak kita lakukan. Suka tidak suka, mau tidak mau, kita perlu menyesuaikan perilaku kita, karena bila tidak berperilaku dengan tepat, maka kita tidak hanya membahayakan diri sendiri, melainkan juga bisa mencelakakan orang lain", ungkapnya. 

Kondisi itu, kata Hibnu, sesungguhnya membutuhkan kedisiplinan diri, sosial dan kultural.  

"Tidak hanya itu, tentunya diperlukan juga dukungan sarana yang memastikan proses kedisiplinan tersebut dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan", katanya.

Dalam konteks tersebut, lanjut Guru Besar Fakultas Hukum Unsoed itu, Kemendikbud telah mengupayakan dukungan yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk penyerahan APD kepada FK Unsoed dan RSGM Unsoed. 

"Tidak hanya itu,  FK Unsoed juga diharapkan dapat menyalurkannya kepada rumah sakit di kawasan kampus, sehingga kemanfaatan APD tersebut. Semangat yang dibangun adalah pemerintah memberikan dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 dengan memastikan relawan dan tenaga kesehatan aman dan terlindungi dalam melayani masyarakat", tandas Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H.,MH.

Dia juga berpesan agar bantuan APD dari Kemendikbud menggunakan anggaran negara sehingga statusnya adalah barang negara yang harus digunakan sebaik-baiknya. 

"Kami juga menitipkan pesan kepada FK Unsoed yang diamanahi oleh Kemendikbud dalam penyaluran ini,  untuk memastikan dikelola dengan sebaik-baiknya dan dilaksanakan sesuai dengan tata aturan dan perundangan yang berlaku", imbuhnya.


Sementara itu, Direktur RSUD Brebes, drg. Oo Suprana, M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada Mendikbud atas bantuan APD untuk rumah sakitnya. 

"Walaupun ada bantuan APD ini di harapkan di kabupaten Brebes tidak ada lagi kasus covid 19", ujarnya. 

Saat ini, kata drg. Oo Nugraha, masih ada  warganya di Ketanggungan yang terpapar wabah Covid 19.

"Masih ada lima yang terpapar Covid 19 di Ketanggungan yaitu anak, ayah dan ibunya", jelasnya. 

Dengan adanya bantuan APD itu, lanjut drg. Oo Suprana, M. Kes, pasien Covid 19 yang dulu dirujuk ke RS Kardinal Tegal tidak diperlukan lagi, cukup di RSUD Brebes.(Rama)