CTV Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Babi Hutan Bawor Di Evakuasi Forkompimcam Guna Hindari Kerumunan

Babi Hutan Bawor Di Evakuasi Forkompimcam Guna Hindari Kerumunan



BANYUMAS - Babi hutan milik Bawor yang membuat masyarakat heboh karena bentuk kaki dan makanan yang dimakan tidak lazim, sekitar pukul 9:00 WIB, Rabu (17/6/2020) dievakuasi oleh pihak Forum Pimpinan Pemerintah Kecamatan (Forkopimcam) Jatilawang bersama Dinas peternakan Kabupaten Banyumas.

Menurut Camat Jatilawang Oka Yudhistira evakuasi dilakukan karena sejak viral beberapa minggu lalu, kini mulai berdatangan orang yang penasaran ingin melihat langsung. " Benar hari ini kami terpaksa mengamankan babi hutan tersebut, dan ini merupakan tanggung jawab kami, "katanya.

Ditambahkan, bila tidak segera diamankan dikhawatirkan akan semakin menimbulkan kerawanan penyebaran Covid19. Terlebih lagi tempat karantina babi hutan tersebut terletak dilahan sempit milik Bawor.

"" Yang dikhawatirkan adalah penyebaran Covid19, padahal pemerintah gencar memberi himbauan menjaga jarak, kemarin saya lihat orang berdesakan menonton,"kata Camat.


Untuk sementara babi hutan tersebut kini diamankan ditempat rahasia agar tidak lagi menimbulkan rasa penasaran. " Untuk karantina ditempat yang baru tidak bisa kami sebutkan, hal ini guna mencegah orang untuk datang lagi, kecuali itu adalah pihak yang berwenang,"jelasnya.

Bawor pemilik Babi hutan juga mwnjelaskan bahwa untuk keamanan. dan mengikuti anjuran pemerintah. " Demi kebaikan bersama saya ikuti saja anjuran pemerintah, walau itu hewan milik saya."Katanya.

Sedang Birin, warga sekitar sebenarnya menyayangkan hewan milik Bawor dipindahkan, karena paling tidak menambah daerahnya ikut terangkat pamornya."Sangat disayangkan, namun demi pencegahan Covid19 tidak masalah, mudah mudah usai Covid19 bisa dikembalikan lagi, dan bisa meningkatkan ekomoni pemilik dan warga sekitar. "Ungkapnya.(*)

#babihutandiamankan # babihutan bawor

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment