74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

95 Persen Peserta UTBK Unsoed Berasal Dari Jawa Tengah


Foto: Rektor Unsoed Prof.Dr.Suwarto, MS Tinjau Lokasi UTBK.(Rama)

Purwokerto - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk masuk Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dijadwalkan berlangsung dua tahap yaitu 5 - 14 Juli 2020 dan 20 - 29 Juli 2020.

Setiap tahapnya hanya dilaksanakan dua sesi (pagi dan siang). 

Sedangkan lokasi UTBK tersebar di delapan titik dalam perguruan tinggi tersebut. 

Saat meninjau salah satu lokasi UTBK di laboratorium fakultas ekonomi dan bisnis (FEB), Senin (29/6/2020), Rektor Unsoed Prof. Dr. Suwarto, MS kepada awak media menjelaskan, untuk kapasitas peserta UTBK hanya 16.000.


"Kapasitas UTBK di Unsoed hanya 16.000 peserta, Alhamdulillah sudah terisi semua", terangnya. 

Menurut Rektor, UTBK tahun ini hanya dilaksanakan dua sesi tidak seperti tahun kemarin yang empat sesi. 

"Nanti setiap satu sesi selesai digelar, langsung dilakukan pembersihan komputer dan meja serta ruangannya untuk mengantisipasi penyebaran covid-19", tandasnya.

Untuk peserta UTBK, kata Rektor, dari 16.000 itu, 95 persen berasal dari Jawa Tengah. 

"Sudah dipastikan 95 persen peserta UTBK dari Jawa Tengah. Ada memang peserta dari DKI Jakarta dan Jawa Barat bagian timur", ungkapnya. 

Rektor Unsoed juga menggarisbawahi, seluruh peserta UTBK harus mengikuti prosedur protokol kesehatan  dalam mengurangi penyebaran virus corona. 

"Sesuai kesepakatan dengan Pak Bupati, para peserta tidak boleh bermalam di tengah pemukiman. Jadi harus di hotel atau losmen", katanya. 

Selain itu, kata Rektor, para peserta UTBK dari luar kota harus membawa surat hasil test rapid.

"Peserta dari luar kota harus tetap membawa surat hasil test rapid", tandasnya.

Rektor berharap para peserta benar-benar mempersiapkan diri menghadapi UTBK.

"Para peserta saya harap datang satu jam sebelum pelaksanaan UTBK, sehingga memudahkan panitia untuk pengaturannya. Kemudian bagi peserta yang tiba-tiba suhu badannya diatas 37,5 akan dipisahkan di ruangan khusus, kita masih beri kesempatan, kasihan sudah jauh-jauh", tutup Prof. Dr. Suwarto, MS.(Rama)