74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Isis Klaim Pelaku Bom Sarinah jakarta

JAKARTA, Indonesia - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim menjadi dalang di balik serangan bom bunuh diri di area Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis, 14 Januari. Pernyataan itu disampaikan oleh kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi melalui publikasi yang beredar di dunia maya.
"Sebuah kelompok pasukan khalifah di Indonesia menyasar tempat keramaian berisi para penentang Negara Islam di Jakarta," ujar ISIS seperti dikutip Reuters.
Sementara, AFP melaporkan ISIS menyebut aksi tersebut dilakukan oleh empat anggota pasukan khalifah dengan senjata ringan dan sabuk bom bunuh diri.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Tito Karnavian turut membenarkan pernyataan itu. Tito mengatakan serangan yang dilakukan di Indonesia merupakan kelanjutanperintah Al-Baghdadi.
Dia meminta agar aksi teror tidak hanya dilakukan di Irak dan Suriah saja, tetapi juga di seluruh dunia. Maka dibentuk cabang-cabang ISIS di seluruh dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu lokasi pembentukan cabang ISIS.
"Di Asia Tenggara, ada beberapa tokoh yang saling bersaing untuk memperebutkan kepemimpinan. Aksi-aksi di Indonesia termasuk di Sarinah dikendalikan oleh tokoh bernama Bahrun Naim," kata Tito di Istana Negara.
Polisi sudah mengantongi informasi jaringan tersebut dan sedang melakukan pengejaran. Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan, terdapat lima bom yang meledak pada Kamis pagi tadi.
Akibat ledakan tersebut menewaskan tujuh orang, dua di antaranya merupakan warga sipil. Satu orang diketahui merupakan warga Indonesia dan sisanya merupakan warga Kanada.
Selain itu, aksi ledakan bom bunuh diri turut melukai 24 orang yang dirawat di enam rumah sakit berbeda. Beberapa warga negara asing seperti Belanda, Austria, Aljazair dan Jerman turut menjadi korban.
Aksi tersebut turut menuai kecaman dari dunia internasional. Beberapa pemerintah negara asing meminta warganya yang berada di Jakarta untuk ekstra berhati-hati pasca kejadian pemboman. (str/rappler)