CTV Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dunia Ramai Ramai Kecam Pelaku Bom Sarinah.

Dunia Ramai Ramai Kecam Pelaku Bom Sarinah.

foto:wahyu putro/antara
JAKARTA, Indonesia - Dunia internasional ramai-ramai mengecam aksi pemboman yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis, 14 Januari. Setidaknya enam negara dan dua organisasi internasional mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi pemboman yang menewaskan tujuh orang.
Dua di antaranya merupakan warga sipil. Sementara, korban luka mencapai 24 orang.
Pemerintah Amerika Serikat mengecam keras serangan teror yang terjadi di Jakarta. Melalui keterangan pers yang diterima Rappler, mereka menyatakan duka citanya.
"Amerika Serikat mengutuk keras serangan teror yang kejam terhadap aparat kepolisian, WNI dan warga asing yang terjadi hari ini. Kami berdiri tegak dalam rasa solidaritas bersama mitra kami dari Indonesia dan menegaskan tekad untuk terus bekerja sama dalam menumpas ancaman terorisme ini," ujar Kedutaan AS di Jakarta.
Sebelum pernyataan ini dikeluarkan sempat beredar di dunia maya himbauan kepada warga Negeri Paman Sam di Jakarta agar tidak mendekati area Sarinah dan Hotel Sari Pan Pacific. Himbauan yang beredar melalui pesan pendek itu diterima pada pukul 06.51, sehingga seolah-olah AS sudah tahu akan terjadi serangan tersebut.
Pesan dari Kedutaan Amerika Serikat yang meminta agar warga AS menghindari area Sarinah. Pesan tertulis sudah dikirim sejak pukul 06.51 pagi. Foto @Uang_Kita
Pesan dari Kedutaan Amerika Serikat yang meminta agar warga AS menghindari area Sarinah. Pesan tertulis sudah dikirim sejak pukul 06.51 pagi. Foto @Uang_Kita
Namun, hal tersebut dibantah oleh Kedutaan AS. Mereka membenarkan memang telah mengirimkan surat elektronik berisi pemberitahuan darurat kepada warganya yang bermukim di Jakarta. Tetapi, informasi tersebut dikirim setelah bom meledak.
"Kami mengirimkan e-mail dari jaringan tanggap darurat yang menggunakan cap waktu (time stamp) Greenwich Mean Time (GMT) + 7. E-mail-e-mail tersebut dikirim pada pukul 11:44 WIB dan 12:36 WIB kepada warga negara Amerika yang terdaftar dalam jaringan tanggap darurat. Tujuannya untuk memberikan mereka informasi mengenai perkembangan terkini dan informasi penting yang menyangkut keselamatan warga AS di luar negeri," ujar Kedutaan AS di Jakarta.
Simpati juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop. Selain menghubungi secara langsung Menlu Retno Marsudi yang saat ini tengah berada di Uni Emirat Arab, Bishop turut menawarkan bantuan bagi Pemerintah Indonesia.
"Saya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan menawarkan dukungan apa pun yang mungkin diperlukan Indonesia untuk memberi tanggapan pada serangan ini," ujar Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Bishop turut meminta warga Australia untuk menghindari wilayah Sarinah di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Kendati begitu, mereka tidak melarang warganya untuk datang ke Indonesia.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, melalui akun Twitternya, memastikan tidak ada warga Negeri Kanguru yang menjadi korban.

Dukungan dan himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan juga disampaikan oleh Pemerintah Inggris, India dan Singapura. Ketiga pemerintah negara itu turut mengecam dan meminta agar warganya waspada ketika berada di Jakarta.
Kementerian Luar Negeri Belanda juga mengecam aksi pemboman. Melalui akun Twitter Kementerian Luar Negerinya mereka menyebut aksi terorisme kembali menyerang individu yang tak bersalah.
Dalam insiden ini, satu warga Belanda diketahui menderita luka. Berdasarkan informasi dari Polda Metro Jaya, korban warga Belanda diketahui bernama Yonahen Antonius Maria. Dia kini dirawat di RSPAD Gatot Subroto.
Juru bicara Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Nico Schermers, mengatakan kondisi warganya dalam keadaan baik.
"Dia saat ini masih dirawat dan dalam keadaan stabil. Tidak ada warga kami yang menjadi korban meninggal seperti yang ramai diberitakan media," ujar Schermers tanpa mau menyebut identitas warganya kepada Rappler saat dihubungi pada Kamis, 14 Januari.
Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di Istana Negara menjelaskan terdapat dua korban tewas. Satu berasal dari Indonesia dan sisanya berasal dari Kanada. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Kedutaan Kanada di Jakarta mengenai tewasnya warga mereka.
Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Uni Eropa turut mengecam aksi kejam teror di Jakarta.
"Sekretaris Jenderal OKI Iyad Ameen Madani mengecam keras aksi tersebut yang merusak kedamaian warga Jakarta. Dia yakin terhadap upaya Pemerintah Indonesia untuk mencari pelaku di belakang tragedi tersebut," kata perwakilan OKI melalui pernyataan tertulis.
Perwakilan Komisi Tinggi Uni Eropa, Federica Mogherini, mengatakan teror di Jakarta merupakan peringatan ancaman terorisme bisa terjadi di mana saja dan harus diatasi secara global.
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan memastikan kendati Jakarta diguncang teror bom bunuh diri, namun kondisi ibukota dalam keadaan aman dan terkendali. (str)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.