74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Seminar Keamanan Cyber, STMIK Komputama Majenang Ingatkan Bahaya Peretasan

Seminar Keamanan Cyber di STMIK Komputama Majenang, Cilacap.(FOTO : Nana Kusnana)

CTVINDONESIA, CILACAP
- STMIK Komputama Cilacap menggelar Seminar Keamanan Cyber, Sabtu, 1 Oktober 2022 di aula kampus.


Tidak tanggung tanggung, panitia menghadirkan narasumber Seminar Keamanan Cyber Ketua Indonesia Cyber Security Forum, yakni Adi Suteja.


Sementara peserta seminar Keamanan Cyber merupakan siswa siswi sekolah sekitar kampus, mahasiswa STMIK dan juga dari kampus lain di Cilacap. 


Dosen Prodi TI STMIK Komputama, Nana Kusnana mengatakan memilih Seminar Keamanan Cyber ini karena adanya trend peretasan oleh hacker.


"Peretasan oleh hacker yang sempat ramai menjadi pembicaraan publik menjadi salah tema Seminar Keamanan Cyber,"katanya.


Nana Kusnana juga Seminar Keamanan Cyber ini juga sebagai pengetahuan tentang kebocoran data masyarakat oleh Bjorka yang menggegerkan publik sepanjang September 2022. 


Nana Kusnana juga menjelaskan cyber security menjadi salah satu konsern kampus berbasis IT STMIK Komputama

di Cilacap. 


Pihak kampus terutama Program Studi TI berhasrat kuat agar mahasiswa mampu memahami secara mendalam tentang sistim keamanan cyber. 


Ditambahkan Seninar Keamanan Cyber menjadi sebuah ending goal prodi tersebut yakni enginering cyber security. 


Sementara Ketua Indonesia Cyber Security Forum, Adi Suteja menjelaskan berbagai hal terkait cyber security saat seminar. 


Ini sejalan dengan program forum yang ingin terus mensosialisasikan dan ikut membangun keamanan cyber di tanah air. 


Adi mengaku sangat tertarik untuk datang atas undangan panitia seminar. Apalagi setelah melihat potensi kampus, terutama dari sisi mahasiswa. 


"Para mahasiswa dari Cilacap ini punya potensi dan talenta untuk masuk ke industri keamanan cyber,"jelasnya.


Adi Suteja juga mengatakan keberadaan kampus STMIK Komputama Cilacap ini  juga sangat penting karena sudah bergerak di bidang TI dan keamanan cyber. 


"Keamanan cyber bisa menjadi isu kapapun karena pada dasarnya, sistim keamanan cyber di tanah air masih sangat lemah,"terangnya.


Menurutnya trend peretasan web atau data pribadi tiap tahun mengalami peningkatan. 


"September lalu juga muncul pencurian data dari web pemerintah. Namun tidak mungkin di masa mendatang web swasta juga akan diretas,"ujar Adi Suteja mengingatkan.


Selain itu Adi Suteja dalam Seminiar Keamanan Cyber di STMIK Komputama Cilacap juga mengingatkan bahwa data pribadi dari para pejabat, politisi sampai selebriti tidak luput dari peretasan.***

Posting Komentar

Posting Komentar

close
close