74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Mahasiswa STIKES IBNU SINA Ajibarang Ditantang Temukan Vaksin Bentuk Generasi "Antalgin"


Ketua Yayasan Pengelola Pendidikan Ma’arif NU Ajibarang Drs H Rokhim MPd

BANYUMAS- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) IBNU SINA Ajibarang menggelar Pengenalan Kegiatan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis, (1 sampai 3 Oktober 2020 lalu.

Kali ini PKKMB yang diikuti oleh 69 mahasiswa baru tersebut mengambil Tema " Antalgin" Angkatan Tangguh, Bermoral dan Disiplin.

Ketua STIKES IBNU SINA Ajibarang Adi Susanto Farm A.pt, mengatakan, menghadapi situasi pandemi yang tidak pasti, mahasiswa harus bisa beradaptasi. 

Degan karakter Tangguh, Bermoral dan Disiplin maka setiap mahasiswa memiliki dasar pribadi yang kuat. Harapannya setelah lulus mendatang tetap memiliki karakter tersebut.

"Dalam menghadapi situasi seperti ini, maka harus bisa beradaptasi, mereka yang mampu beradaptasi akan menjadi pemenang," kata Adi di Ajibarang, Banyumas, Rabu (21/10/2020). 
 
Meskipun PKKMB dilaksanakan secara virtual, mahasiswa diharapkan tetap bisa saling mengenal dan akrab, serta tidak mengurangi kualitas kegiatan.

Kepada mahasiswa dia juga berpesan agar nantnya tidak main main dengan urusan dosis atau takaran. Sebab hal tersebut menyangkut dengan nyawa manusia.

Ketua Stikes Ibnu Sina Ajibarang Adi Susanto S.Farm. Apt

Sementara itu, Ketua Yayasan Pengelola Pendidikan Ma’arif NU Ajibarang Drs H Rokhim MPd menyampaikan, selamat datang bagi para mahasiswa baru angkatan tahun 2020/2021.

Era 4.0 harus punya life skill, dimana saat ini adalah era yang bisa menghadapi segala zaman, dan situasi zaman yakni keilmuan. Alangkah bahagianya yang telah memberi keputusan untuk bergabung dengan Civitas Akademika STIKES IBNU SINA.

Rokhim juga menyebutkan Yayasan berupaya memenuhi segala sarana prasarana dan dosen bermutu, untuk memberi layanan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dan pengakuan kongkrit pemerintah, bahwa STIKES IBNU SINA  telah terakreditasi, sehingga memberikan kepastian terhadap seluruh civitas akademika untuk melaksanakan pengabdian.  

"Secara bertahap akan dijadikan sekolah tinggi ilmu kesehatan yang adaptif, akuntabel, membekali mahasiswa untuk merebut persaingan," terangnya.

Kedepan penuh persaingan semakin ketat, hanya yang memiliki skill dan keahlian, itulah pemenangnya. 

Selain itu, kesempatan bekerja yang akan tetap eksis yaitu ada 4 bidang, salah satunya adalah kesehatan.  

Inilah saat yang ditunggu dimana karya besar harus mampu diciptakan, termasuk inovasi di bidang farmasi.

"Farmasi adalah eksekutor yang menentukan jenis, volume, kadar obat yang tepat. saat ini kita diuji untuk menemukan vaksin, kedepan harapannya mahasiswa STIKES IBNU SINA bisa menemukan vaksin. Menemukan vaksin apa saja, sehingga bisa menguasai atau memeberi keunggulan komparatif,"imbuhnya. 

Proses membuat serbuk

Dalam kegiatan pengenalan kampus tersebut, mahasiswa juga melakukan praktik membuat serbuk jahe dan kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Stikes Ibnu Sina yang memiliki jurusa S1 dan D3 Farmasi itu sangat konsen dalam pengembangan herbal dan produk tradisional. 

Di situasi pandemi seperti sekarang ini, mahasiswa juga dituntut untuk memanfaatkan herbal di sekitar yang bisa bermanfaat untuk mencegah penyebaran virus. (Rama)
0

Posting Komentar