74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Watu Kumpul Pekuncen Berpotensi Besar Untuk Arena Olahraga Paralayang

BANYUMAS - Upaya pegiat olahraga paralayang dan gantole, didukung KONI Banyumas, mencari lokasi untuk olahraga dirgantara tersebut, diperoleh hasil luar biasa diA luar dugaan. Potensi alam pegunungan yakni bukit Watu Kumpul, di Desa Petahunan,Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, sangat bagus untuk olahraga tersebut.

Tak hanya itu, tempat tersebut menyimpan potensi pariwisata sangat besar. Pemandangan di puncak bukit di ketinggian 510
dari permukaan laut itu sangat indah. Lembah dan ngarai, awan-awan mengelilingi bukit-bukit kecil, dan di arah tenggara tampak gunung Sindoro Sumbing.


Untuk olahraga dirgantara, para atlet Banyumas melakukan survey melayang, Rabu dan Kamis (29/30 uli), melibatkan Pengkab. Paralayang dan Gantole, serta Pordirga, dihadiri Ketua Umum KONI Banyumas Bambang Setiawan. Saat bersamaan, di dekat lokasi juga berlangsung penutupan TMMD. Wargapun berduyun-duyun datang menonton kegiatan yang baru pernah terjadi di tempat itu.

Di hari pertama, atlet paralayang berhasil melakukan melayang dari puncak bukit Watu Kumpul, mendarat di lapangan sepakbola Desa Cibangkong, masih Kecamatan Pekuncen, pada pagi pukul 07.00, satu kali. Setelah itu angin kencang, tidak aman untuk melayang lagi. Setelah ditungu sampai siang kecepatan angin masih tinggi, kegiatan dihentikan.

Esok harinya, Bupati Banyumas Ahmad Husein bersama istri, Erna, meninjau tempat tersebut, ddampingi Ketua KONI, Ketua
Pengkab Paralayang Ali Muhktar dan Ketua Pengkab Gantole, Kharisma, juga datang. Kali ini kecepatan angin aman untuk
olahraga itu, sehingga para atlet paralayang berhasil melayang. Tiap kali melihat atlet berhasil melayang dan mendarat, penonton bertepuk tangan. Tempat pendaratan terlihat dari tempat take off.

Setelah atlet sukses beruji coba, Ketua KONI Bambang melayang tandem bersama atlet senior Banyumas, Muhibin. Atlet tersebut, juara Porprov, Nasional dan Kejuaraan Dunia. Selama melayang Bambang membuat rekaman video dengan kamera ponselnya.

''Penemuan ini bukan hanya untuk meningkatkan prestasi atlet paralayang Banyumas, juga menunjang pariwisata,'' kata Bambang.


Gunung Emas

Bupati antusias dengan penemuan potensi alam tersebut. Menurut Kepala Daerah itu, bukit Watu Kumpul dan sekitarnya seperti harta karun. Jadi Banyumas seperti menemukan gunung emas, dalam bentuk lain, yang akan menjadi tempat pariwisata luarbiasa. Udaranya mirip Baturraden, di Watu Kumpul jalan sudah bagus, di dekatnya terdapat objek wisata lain, curug Nangga.

''Akan lebih baik dari Baturraden.''

Paralayang, katanya, tak hanya membuat olahraga tersebut lebih maju, juga pariwisata. Saat uji coba saja banyak warga menonton. Nantinya tempat take off diharapkan sekaligus bisa untuk melayang enam parasut, bukan hanya satu. Pemandangan dibukit itu luar bisa. Pengembangannya cukup dengan sentuhan-sentuhan kecil, tak perlu besar. Wisatawan menginap di

Purwokerto saja, di Pekuncen tak perlu dibangun hotel-hotel, agar tetap natural, agar dinikmati warga bukan pengusaha besar.


Untuk pengembangan, hari itu juga Kepala Daeerah mengatakan akan ke kantor Perhutani (KPH Banyumas Barat, Red), untuk

mengirim surat dan koordinasi.''Harus gerak cepat, agar segera turun izin untuk pengembangan.''.

Ketua Pengkab Paralayang Ali Muhktar mengatakan atlet yang melakukan uji coba adalah Muhibin dan Damar Azis dari Banyumas. Selain itu Bima Rizki Yulian Auriko dari Solo, dan Falen (Brebes).(*)