74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Unsoed Optimis Mitranya PT.Sude Capai Target Produksi Benih Dan Beras Premium Dari Varietas Unggulnya


Mesin Rice Mill Unsoed.(Rama)

Banyumas, Teaching industry rice mill Universitas Jenderal  (Unsoed) hingga sekarang masih berjalan dengan baik. 

Salah satu anggota Tim Teaching Industry Rice Mill Unsoed Ir. Suprayogi, P.hD menjelaskan, teaching industry rice mill adalah Industri milik Universitas yang berbasis teknologi dengan berbagai inovasinya. 

"Teaching Industri dibangun karena Unsoed mendapatkan kesempatan dari Kemenristekdikti atas hasil temuan padi Inpari agritan 79 di air asin (lahan salin) yang dinilai sebagai salah satu penemuan inovasi teknologi bidang pertanian yang potensial", terangnya kepada CTV.co.id di kantornya LP3M Unsoed, Selasa sore (28/7/2020). 

Teaching Industry rice mill, kata Suprayogi, selain berorientasi bisnis dan juga berfungsi sebagai media pembelajaran. 

Untuk profit, lanjut Suprayogi, Unsoed tidak mengelolanya dan hal itu diserahkan kepada mitranya yaitu PT. Mandala Hamonangan Sude. 

Kemudian dalam perjanjian pengelolan kata Suprayogi, Unsoed memberi sedikit keluasaan kepada PT. Sude bisa memproduksi beras premium dengan varietas lain. 

"Dalam kontrak, Unsoed juga memberi keleluasaan kepada PT. Sude, jika suplai terhenti karena faktor alam dari tiga varietas unggul yaitu Inpago Unsoed 1, Inpari agritan 79 dan parimas, PT. Sude bisa produksi beras premium dengan varietas lain. Sekali lagi utamanya varietas kami dahulu", tandasnya. 

Suprayogi juga mengungkapkan, dalam Perjanjian dengan PT. Sude, tentunya Unsoed mendapatkan hasil dari bisnis mitranya yang mana semuanya berada dibawah Badan Pengelola Usaha (BPU). 

Terkait dengan target produksi benih 50 ton per tahun dan beras premium 60 ton per tahun yang harus dicapai oleh mitranya, Suprayogi menggarisbawahi target itu berdasarkan mesin yang dimiliki oleh Unsoed yang dibeli menggunakan anggaran Kemenristekdikti yaitu kurang lebih Rp. 2,5 milyar. 

"Soal target, kita melihat dari kapasitas mesin rice mill itu sendiri, karena kita berpengalaman untuk itu. Sebenarnya terserah mitra mau produksi berapa-berapnya", pungkasnya. 

Diakuinya, mesin rice mill yang dimiliki oleh Unsoed mampu memproduksi 2 ton beras premium per hari. 

"Namun mesin rice mill dalam dua minggu terakhir mengalami gangguan, namun sekarang sudah beroperasi kembali setelah distel ulang untuk hasil kualitas yang diinginkan", tuturnya. 

Bahkan selama pandemi covid 19, lanjut Suprayogi, untuk teachingnya  
berhenti semua. 

"Tidak boleh ada kegiatan penelitian apalagi dan magang selama pandemi", katanya. 

Namun demikian, tambah Suprayogi, masih optimis, mitranya bisa mencapai target produksi yang ada dalam kontrak.

"Insya Allah tercapai, karena kita juga dimonitor oleh Kemendikbud untuk returnnya, apalagi di September nanti mitra dimintai menyampaikan rencana produksi di tahun 2021", tutupnya.(Rama)

0

Posting Komentar