74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Punya Kandungan Akohol Tinggi, Ciu Wlahar Kini Di Buru Untuk Cegah Corona


foto :dokpri
BANYUMAS - Gencarnya kasus Corona yang merebak belakangan ini, berhasil dimanfaatkan pengrajin Ciu di Desa Wlahar, Wangon. Hal itu karena Ciu Wlahar mengandung unsur Alkohol hingga 50 persen. Sedangkan saat ini ketersediaan cairan pencuci tangan banyak di beli oleh masyarakat dan instansi untuk pencegahan Virus Corona.


Adalah Jasmandi (70 tahun) pengrajin Ciu di Desa Wlahar yang memproduksi selama 20 tahun lebih yang ditemui dirumahnya, Jumat(20/3/2020). Menurutnya adanya bencana nasional virus Corona membuat Ciu mulai dilirik pemerintah dan masyarakat sebagai cairan untuk pembunuh kuman ditangan. Padahal selama 20 tahun Jasmandi tidak pernah berpikir ke arah itu. Ia baru tahu setelah media memberitakan bahwa stok hand sanitizer mulai menipis dan dibutuhkan bahan alternatif seperti Ciu.

Sehari memproduksi sebanyak 60 liter Ciu murni dengan kadar Alkohol 50 persen dijual dengan harga 35 ribu per liternya, namun kini melonjak hingga 50 ribu bahkan lebih bila ada permintaan khusus. "Sekarang harga jualnya telah diangka 50 ribu mas, mungkin bisa lebih,"katanya.

Bahan dasar pembuatan Ciu adalah tape yang direndam selama 30 hari, kemudian di fermentasikan selama 10 hari. Dan sebagai campurannya adalah gula jawa kwalitas nomor dua. "Tape direndam selama 30 hari, lalu di fermentasikan selama 10 hari untuk bisa menghasilkan Ciu murni,"katanya.

Dengan adanya Virus Corona ini, pengrajin berharap dapat lebih diperhatikan oleh pemerintah bahwa Ciu bukan dianggap sebagai minuman memabukan saja, namun lebih dari itu bisa dimanfaatkan sebagai cairan pembersih pembunuh kuman.


Kepala Desa Wlahar Narsim telah berupaya memberikan solusi kepada Pemerintah Banyumas dengan mengirimkan sampel Ciu murni yang telah di olah kembali hingga memiliki kadar Alkohol 80 persen. "Tadi malam(Kamis, 19/3/2020) sebanyak 10 liter telah kami sampaikan ke pak Bupati, dan beliau merespon positif, "katanya.


Bupati Banyumas melalui Kabag Humas Deskart Setyo Djatmiko yang langsung meninjau proses pembuatan Ciu hingga menjadi bahan yang siap dipasarkan, Jumat (20/3/2020).

Menurut Deskart, Pemkab akan berupaya meningkatkan produksi Ciu sebagai bahan dasar untuk kesehatan seperti pembuatan Hand Sanitizer atau cairan pencuci tangan.

"Pemkab akan mengupayakan agar Ciu Wlahar ini bisa lebih diperhatikan, dan cara cara produksi yang masih bersifat tradisional bisa lebih modern, penggunaan panci aluminium yang mudah bocor itu mungkin perlu di ganti,"katanya.

Dijelaskan secara aturan Desa Wlahar bisa menjadi daerah produk Farmasi. Dengan teknologi yang sudah berjalan, Ciu Wlahar bisa lebih meningkat lagi kadar Alkoholnya hingga minimal 70 persen.(*)