74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Pakai Speed Boat, Tim JMS Ke SMP 1 Kampung Laut

Foto : anggoro
CILACAP - Tim penyuluhan hukum Kejaksaan Negeri Cilacap yang dipimpin Kasi Intel Hery Sumantri bersama para anggotanya, Kamis (9/1/2020) menuju "sasaran" sekolah di daerah seberang Pulau Jawa yakni SMP Negeri 1 Kampung Laut.

Kedatangan mereka bukan menangani perkara atau kasus, namun melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum (luhkum) dalam program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Sekolah yang terletak di Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut tersebut ditempuh dalam waktu dua jam dengan menggunakan Speed Boat dari Dermaga Kopassus.

Selama dalam perjalanan menuju sekolah negeri tersebut, tim luhkum yang sebagian berasal dari luar wilayah Cilacap justru merasa terkesan. Karena perjalanan laut seperti mengelilingi Pulau Nusakambangan sehingga serasa di luar Pulau Jawa.

"Ini kegiatan yang mengesankan karena untuk menuju ke sekolah tersebut ditempuh dengan speed boat, sehingga serasa di Kalimantan, "katanya.

Sesampainya dilokasi, Tim JMS  langsung disambut oleh Kepala  SMP Negeri 1 Kampung Laut beserta Jajarannya. Bahkan orang tua dan para Kepala Sekolah SD serta SMP  yang ada di Kampung Laut lainnya ikut menyambut kedatangan tim Kejari Cilacap.

Materi Penyuluhan yang disampaikan yaitu Kenakalan Remaja dalam Perspektif Undang - undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang mendapat respon positip dari peserta yang mengikuti.

Menurut Hery, guna menghindari dampak dari kenakalan remaja dan anak, mereka wajib memperoleh hak-haknya dari orang dewasa yang berada di sekitarnya, orang tua, Guru, masyarakat, sampai Pemerintah. Anak adalah mereka yang belum berusia 18 tahun termasuk yang di dalam kandungan.

Dalam Konvensi Hak Anak, Indonesia telah meratifikasinya sejak tahun 1990 menjadi Instruksi Presiden yang menghormati prinsip-prinsip hak anak, yaitu hak hidup dan tumbuh kembang sesuai dengan usia mereka.

"Penting mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, bukan bagi siapapun yang berada di sekitarnya, serta mengoptimalkan bentuk-bentuk partisipasi mereka dalam pembangunan, dalam kehidupan, dalam berbangsa dan bernegara,"katanya.(*)