74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Komisi IV:"Soal Beras Plastik,Masyarakat Tidak Usah Resah"

Wangonpos,Jakarta(26/5/15):Komisi IV DPR meminta Pemerintah segera menjelaskan kepada masyarakat sesungguhnya yang terjadi terkait beredarnya beras plastik. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa Daniel Johan, menghimbau kepada masyarakat agar tidak terhasut dan tidak resah dalam menyingkapi isu beredarnya beras plastic, agar tidak terjadi kerawanan sosial.  

 

“Kita tunggu hasil penelitian Polri. Kami menghimbau kepada masyarakat terkait isu ini tidak terhasut, tidak resah, dan harus menjaga kondisi agar tidak terjadi kerawanan sosial khususnya saat kita memasuki bulan puasa dan Idul Fitri,” kata Daniel, seraya meminta ketegasan, kecermatan dari kepolisian bersama seluruh pihak terkait agar bisa masalah ini sekaligus bahan pelajaran agar tidak terulang.

 

Disela Rapat Kerja Komisi IV membahas isu yang terjadi dan belum mereda, yakni beras sintetis, dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, hadir pula Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga dan Kepala Perum Bulog Lenny Sugiyat, Selasa (26/5), di Gedung Parlemen, Jakarta.

 

Berdasarkan penelusuran yang dilakukannya sebagai anggota Komisi bidang pangan dan pertanian, hampir dapat dipastikan harga plastik jauh lebih mahal daripada harga beras, sehingga kemungkinan faktor ekonomi menjadi tidak relevan.

 

Menurut Daniel, ada dua kemungkinan lain yang muncul karena adanya kejadian ini, yaitu intrik isu pengalihan isu, namun belum ditahui tujuan pengalihan isu itu. Yang kedua, dikhawatirkan adanya sabotase terhadap pemerintahan.

 

“Kita juga gak paham apa yang disabotase, bisa saja ada upaya sistematis melakukan sabotase atas upaya Indonesia yang sedang bekerja keras untuk mencapai kedaulatan dan ketahanan pangan, atau bisa juga sabotase untuk membuat masalah sehingga dipandang masalah pangan gak beres-beres padahal masalahnya gak ada,” ungkapnya.

 

Selain itu, mungkin juga adanya sabotase terhadap bulog yang sedang gencar-gencarnya menyerap hasil produksi beras petani.

 

“Sabotase apapun yang harus kita telusuri dan kita pahami, dan dari sana kita berusaha untuk mengatur ulang karena dengan tercapainya Indonesia terhadap kedaulatan pangan, itu menjadi pukulan untuk banyak pihak termasuk pengusaha atau negara lain yang mempunyai kepentingan yang memasukan impor beras ke Indonesia,”jelasnya

 

Jika hal ini benar-benar terjadi, lanjutnya, maka ini merupakan kritik sekaligus menjadi peringatan keras terhadap pemerintah jika sampai itu benar terjadi. Oleh karena itu, dia mendorong terbentunya Panitia Khusus (Pansus) menyingkap hal tersebut.

 

“F-PKB komisi IV mendorong terbentuknya Panitia Khusus agar hal ini menjadi jelas. Tidak hanya pansus yang menjawab persoalan beras plastik, tetapi kita akan mendorong pansus tata niaga komoditas yang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga tidak ada lagi keraguan atas produk pangan yang dikonsumsi masyarakat,”tegas Daniel. (as) foto:ray/parle


0

Posting Komentar