Seoul, 5 Februari 2026 – Dua belas basis penggemar K-pop Indonesia menyampaikan surat terbuka secara terbuka ke kantor pusat Hana Bank di Seoul dan menuntut Hana Bank agar segera berhenti mendanai proyek nikel yang ditenagai PLTU batu bara di Pulau Obi. Deklarasi Hana Financial Group di 2021 untuk menghentikan pembiayaan untuk proyek terkait pembangunan PLTU batu bara di dalam dan luar negeri dinilai menjadi tidak berarti.
Hana Bank yang memilih beberapa bintang K-pop seperti G-Dragon dan An Yu-jin sebagai brand ambassador secara langsung dikritik penggemar K-pop terkait strategi “pendanaan batu bara”-nya. Mereka mengklaim bahwa bank tersebut terus memberikan dukungan keuangan kepada industri berbasis batu bara skala besar di Indonesia.
KPOP4PLANET dan 12 basis penggemar K-pop Indonesia mengumumkan bahwa pada tanggal 2 Februari mereka telah mengirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua Hana Financial Group, Ham Young-Joo, ke kantor pusat Hana Bank. Mereka mengecam Hana Bank karena telah memberikan dukungan keuangan yang signifikan kepada Grup Harita, yang masih bergantung pada batu bara dalam operasi nikelnya di Pulau Obi, Indonesia.
Tak hanya itu, sejak 2018, Hana Bank telah mengucurkan pembiayaan US$ 84 juta ke Grup Harita, mengacu laporan Market Forces. Harita Group saat ini sedang membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1,6 GW di Pulau Obi, dengan rencana untuk memperluasnya menjadi lebih dari 4 GW. Hal ini secara langsung bertentangan dengan "Deklarasi Penghentian Pembiayaan Batu Bara" Hana Financial Group tahun 2021.
Dalam surat terbuka tersebut, para penggemar mengungkapkan kekecewaan mereka, dengan menyatakan, "Pulau Obi yang dulunya subur dan hijau telah mengalami degradasi lingkungan yang parah, sehingga masyarakat kesulitan bahkan untuk mengakses air bersih." Mereka menambahkan, "Emisi karbon dan polusi dari proyek PLTU batu bara, yang diperluas dengan dukungan keuangan Hana Bank, akan sepenuhnya ditanggung oleh generasi mendatang."
Faktanya, emisi gas rumah kaca tahunan Grup Harita diperkirakan mencapai 10,87 MtCO2e pada tahun 2024, yang setara hampir 1% dari total emisi Indonesia pada 2023. Menurut Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), jika rencana ekspansi produksi nikel Harita berjalan sesuai jadwal, emisi diperkirakan akan berlipat ganda pada tahun 2028. Dukungan keuangan dari Hana Bank disebut secara tidak langsung berkontribusi pada "bom gas rumah kaca."
Para penggemar menuntut agar Hana Bank: 1) menghentikan pendanaan untuk Grup Harita selama masih bergantung pada PLTU batu bara baru; 2) mengecualikan investasi untuk perusahaan yang membangun atau memperluas bisnis dan bergantung pada PLTU batu bara baru; dan 3) menetapkan kebijakan yang memperkuat prinsip-prinsip pendanaan iklim.
Ada juga seruan agar Hana Bank, yang telah mendapatkan dukungan dari kaum muda Indonesia melalui bank digitalnya Line Bank, pelatih sepakbola Shin Tae-yong, dan model bintang K-pop, untuk memenuhi tanggung jawab iklim dan sosialnya dengan semestinya.
Nurul Sarifah, juru kampanye KPOP4PLANET di Indonesia, menyatakan, "Tanpa generasi mendatang, Hana Bank tidak akan bertahan. Mereka harus secara aktif menafsirkan kebijakan pendanaan iklim yang mereka katakan, bukan hanya berinvestasi di PLTU batu bara, tetapi juga segera mengecualikan pembiayaan untuk perusahaan yang mengembangkan bisnis mereka berdasarkan tenaga batu bara."
Sementara itu, kampanye "Hana, Bring K-pop Not Coal", yang diluncurkan pada Desember tahun lalu untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, mendapatkan dukungan antusias dari penggemar Indonesia.
Saat ini, 12 klub penggemar, termasuk G-Dragon, Big Bang, dan Blackpink, telah bergabung, dengan jumlah pengikut gabungan lebih dari 280.000 penggemar. Mereka menyatakan "membawa K-pop ke Indonesia alih-alih batu bara akan menjadi strategi cerdas bagi Hana Bank untuk menjadi lembaga keuangan yang mendunia.”
Para penggemar berjanji untuk melanjutkan kampanye hingga Hana Bank menghentikan pembiayaan kepada Harita dan menetapkan kebijakan yang membatasi investasi di PLTU batu bara baru.
Pengelola klub penggemar G-Dragon di Indonesia, "Istri GD (@istri.jidi)," menyatakan, "Saya berharap kolaborasi antara Hana Bank dan GD bukan sekadar aksi promosi yang memanfaatkan pengaruh dan nama besar selebriti, melainkan kesempatan untuk menciptakan perubahan yang bermakna."
"Di Pulau Obi, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih sementara aktivitas industri terus berlangsung dan didukung pembiayaan internasional. Ketika korporasi tetap berjalan normal di tengah krisis yang dialami warga lokal, ini bukan hanya soal transisi energi, melainkan juga soal ketimpangan kekuasaan dan tanggung jawab. Dukungan finansial yang terus mengalir tanpa perubahan nyata di lapangan berarti turut membiarkan kerusakan ini berlangsung,” ujar
Cinta, organizer dari ZeroBaseOne Indonesia
Tentang KPOP4PLANET
Diluncurkan pada 2021, KPOP4PLANET adalah gerakan iklim yang dipimpin oleh penggemar K-pop untuk penggemar K-pop yang mencintai bumi dan bintang K-pop favorit mereka.
.jpg)
Komentar0