74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Cegah Virus PMK Serang Sapi, Peternak di Wangon Bikin Ramuan Ini

Foto : Istimewa

CTVINDONESIA, BANYUMAS
- Perkembangan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi ternak membuat petrrnak sapi di Banyumas berusaha untuk mengatasi pencegahannya.


Virus yang menyerang hewan berkuku belah seperti tersebut membuat resah peternak karena dapat membuat hewan ternak sapi hilang gairah makannya yang beimbas pada kesehatan sapi.


Seorang peternak sapi bernama Yunianto bersama kelompoknya di Wangon, Banyumas untuk mencegah hewan ternak terinfeksi virus PMK menggunakan ramuan tradisional penambah imun Sapi berupa campuran jahe merah, sereh, dan kapulaga yang dicampurkan ke dalam air minum sapi.


Berbekal dari pengalaman dan informasi yang ia dapatkan diberbagai literasi, dirinya meramu tanaman herbal tersebut dengan cara ditumbuk terlebih dahulu.


Yunianto berpikir bahwa bahan tersebut selama aman dan menyehatkan bagi manusia tentunya juga bermanfaat bagi ternak piaraannya.


"Walau secara medis saya belum bisa memastikan khasiatnya terhadap sapi, tapi paling tidak ramuan jahe merah, kapulaga dan sereh mampu meningkatkan nafsu makan sapi, terlihat tadi begitu semangatnya sapi minum ramuan tersebut, "katanya.


Yunianto bersama warga lain membentuk kelompok ternak sapi Berkah Jaya itu kini telah memiliki 30 ekor sapi yang harus ia jaga dan rawat agar tidak terpapar virus PMK.


Yunianto bersama kelompoknya mengaku bersyukur karena hingga saat ini tidak ada satupun sapi di peternakan miliknya yang terinfeksi virus PMK.


Seperti diberitakan fenomena virus PMK di Banyumas tergolong sudah sangat menghebohkan dan cukup membuat resah para peternak sapi.


Untuk itu dirinya berharap agar pemerintah Banyumas  benar-benar memperhatikan peternak sapi terutama sosialisasi dan pemahaman dan penanganan tentang PMK.


Sementara Yunianto juga mengatakan dirnya telah mengajukan pencegahan ke dinas peternakan Kabupaten Banyumas untuk penyemprotan disinfektan, namun belum ada kabar lagi.


"Kami sudah mengajukan permohonan untuk pencegahan meminta penyemprotan disinfektan tapi belum ada realisasi, katanya sih seminggu lagi akan disemprot,"katanya.***

Posting Komentar

Posting Komentar

close
close