74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Kendal Sudah Memberlakukan PTM Seratus Persen


CTVINDONESIA, KENDAL
- Pemerintah Kabupaten Kendal sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) seratus persen mulai, Senin (3/1/2022) atau sejak hari pertama masuk semester genap. 


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pemberlakuan PTM 100 persen ini berdasarkan SKB empat Menteri, yaitu daerah yang memiliki capaian vaksinasi untuk lansia di atas 50 persen, vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan di atas 80 persen dan berada di PPKM level 1. 


"Untuk tahap awal, selama dua minggu atau sampai tanggal 14 Januari 2022, kita berlakukan masa uji coba, dengan waktu belajar hanya empat jam pelajaran," terangnya, Kamis (6/1/2022).


Menurut Wahyu, jika sudah berjalan lancar dan hasilnya baik, maka PTM seratus persen akan ditingkatkan jam belajarnya menjadi enam jam pelajaran.


“Kami masih uji coba selama dua minggu 100 persen dilaksanakan, kemudian untuk jam pembelajaran di SKB itu enam jam. Nanti jika sudah berjalan lancar, karena masih adaptasi, nanti akan kami evaluasi, jika hasilnya baik akan kami tingkatkan jam pembelajarannya,” ungkapnya.


Wahyu menambahkan, prosentase untuk sekolah atau satuan pendidikan yang sudah mendapatkan izin berdasarkan persyaratan yang sudah terpenuhi.


"Untuk jenjang SD sudah 100 persen atau 575 SD, untuk SMP sudah 100 persen atau 108 SMP untuk pendidikan nonformal ada 21 atau sudah 100 persen. Sedangkan untuk jenjang pendidikan anak usia dini ada 98 persen," paparnya.


Kepala SMP Negeri 1 Brangsong, Sri Hardanto mengatakan, berdasarkan evaluasi PTM semester lalu, mengingat jumlah siswa yang cukup banyak dengan jumlah total 861 siswa.


"Maka pada tahap awal mulai tanggal 3 Januari 2022, kami hanya memberlakukan 50 persen. Rencana pembelajaran PTM 100 persen akan dilakukan mulai 15 Januari 2022 mendatang," jelasnya.


Sri Hardanto menjelaskan, untuk waktu per jam pelajaran selama 30 menit dan ada jeda waktu istirahat selama 15 menit, namun tetap berada di dalam kelas. 


“Dikarenakan jumlah siswanya banyak, kami mengawali baru 50 persen, dengan pertimbangannya jumlah siswa 50 persen itu sudah hampir 450 murid,” jelasnya.


Sri Hardanto menambahkan, seluruh guru dan pegawai lain sudah melakukan vaksinasi. Sedangkan untuk siswa, hanya 28 anak yang belum melakukan vaksinasi, karena usianya masih di bawah 12 tahun. 


Untuk orang tua wali murid yang sudah melakukan vaksin sebanyak 1.425, sedangkan yang belum melakukan vaksin sebanyak 283. 


“Karena sekarang vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun sudah boleh divaksin, maka kami minta, supaya anak yang belum divaksin untuk segera vaksin,” pungkas Sri Hardanto. (HS).

Posting Komentar

Posting Komentar

close
close