CTV Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Indonesia Telusuri Kebenaran Santunan Korban Crane

Indonesia Telusuri Kebenaran Santunan Korban Crane

Jakarta:Kabar tentang rencana pemberian santunan Rp3,8 miliar bagi jemaah haji yang meninggal dunia setelah derek roboh di Masjidil Haram sedang dicari kepastiannya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Jumlah yang sama dilaporkan juga akan diberikan kepada korban yang mengalami cacat seumur hidup. Adapun untuk korban luka parah disiapkan bantuan 500.000 riyal atau sekitar Rp1,9 miliar per orang.
Konfirmasi itu dirasa perlu, sebab sejauh ini pihak berwenang Arab Saudi belum menyampaikan rencana pemberian santunan secara resmi kepada pemerintah Indonesia.
Rencana tersebut baru diketahui dari media arus utama di Arab Saudi. Dilaporkan, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud sudah menandatangi peraturan raja tentang pemberian santunan.
"Namun demikian sebagaimana juga sudah diutarakan oleh menteri agama RI bahwa saat ini sedang dilakukan upaya untuk mengonfirmasi secara langsung dengan instansi atau pihak yang berwenang," kata Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah Syarif Shahab.
"Sampai saat ini saya pribadi belum mengetahui adanya perkembangan terkait konfirmasi tersebut," tambahnya dalam wawancara pada Rabu (16/09).
Image copyright.
Kecelakaan jatuhnya derek yang digunakan dalam proyek perluasan Masjidil Haram pada Jumat (11/9) pekan lalu menelan 111 jiwa, termasuk 11 jemaah haji dari Indonesia. Selain itu tercatat lebih dari 238 orang mengalami luka-luka.
Dalam peraturan raja juga disebutkan bahwa Raja Salman mengundang dua orang anggota keluarga korban meninggal dunia untuk beribadah haji tahun depan sebagai haji khusus undangan raja.
Ditambahkan pula pemberian santunan tidak menutup jalur hukum bagi keluarga korban yang hendak mengajukan tuntutan ganti rugi melalui pengadilan.
Perusahaan konstruksi Grup Bin Laden dituding turut bertanggung jawab atas robohnya derek yang digunakan dalam proyek perluasan masjid bersamaan dengan musim haji itu.(ck)/bbc

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment