Nasabah BRI Banjarnegara Ajukan Gugatan Perdata Senilai 6 Milyar. -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Nasabah BRI Banjarnegara Ajukan Gugatan Perdata Senilai 6 Milyar.

Rama Prasetyo
Jumat, 05 Februari 2021

Foto: Adie Bastian didampingi penasehat hukum mengajukan gugatan perdata dan menunjukkan bukti pelunasan kredit

BANJARNEGARA -  Akibat ulah oknum pegawai BRI Banjarnegara, nasabah bank tersebut mengajukan gugatan melawan hukum ke pengadilan negeri Banjarnegara, Jumat ( 5/2).

Adie Bastian Warga Dawuhan Madukara Banjarnegara menjelaskan, ia terpaksa mengajukan gugatan hukum karena merasa dirugikan.

"Awalnya kami mengajukan, pinjaman ke BRI, nilai terakhir satu milyar. Kami sudah melakukan pembayaran pokok dan bunga, tapi jaminan tidak keluar,"terangnya.

Setelah ditelusuri ternyata disalahgunakan oleh oknum pegawai bank tersebut.

Bahkan, pembayaran pinjaman dilakukan di kantor BRI Banjarnegara dan mendapat bukti setor dan bukti pelunasan.

"Kami sudah membayar pokok dan bunga, tapi kemudian muncul tagihan lagi, padahal saat pembayaran juga dilakukan di kantor," ujarnya. 

Terkait kasus itu, dia juga sudah pernah melakukan mediasi dengan pimpinan cabang. Namun hingga dua kali pergantian pimpinan cabang belum juga diselesaikan. Padahal pihak pelaku juga sudah mengakui perbuatannya.

"Kami pernah melakukan mediasi, pelaku sudah mengakui dan ada juga surat pernyataan dan bermateri,"ungkapnya.


Penasehat hukum Nanang Sugiri dalam gugatannya menjelaskan, kronologi peristiwa sengketa tersebut.

Pihak Tergugat 1 yakni BRI Banjarnegara Tergugat 2 Andon Karuna Putra warga Sigaluh Banjarnegara.

Awalnya tgl 27 Januari 2016, penggugat memperoleh fasilitas kredit senilai 700 juta, sesuai perjanjian kredit no 45 Tanggal 27 Januari 2016.

Sebagai jaminan tanah dan bangunan sertifikat SHM di desa Dawuhan kecamatan Madukara atas nama M Supriyanto.

Jaminan kedua tanah dan bangunan sertifikat SHM atas nama M Supriyanto. 

Dua bidang tanah tersebut saat ini menjadi objek sengketa. 

Pihak penggugat selanjutnya melakukan perpanjangan kredit menjadi Rp 1 milyar pada 30 Januari 2018, perpanjangan tersebut berakhir 27 Januari 2019.

Kemudian setelah perpanjangan kredit tersebut, penggugat hanya menggunakan Rp 500 juta.

Kemudian pada tanggal 26 Agustus 2019, nasabah membayar pokok pinjaman senilai Rp 450 juta. Pembayaran dilakukan di kantor BRI Banjarnegara.

Sebelum berakhir perjanjian kredit tanggal 20 Desember 2019, penggugat melakukan pelunasan di kantor BRI Banjarnegara senilai 152 juta termasuk dengan bunga.

"Pada saat pelunasan dibantu oleh pegawai, setelah selesai juga diberikan bukti pelunasan," ungkapnya.

Setelah pelunasan, nasabah menanyakan jaminan sertifikat untuk dikembalikan, rupanya pihak tergugat selalu mengulur dan berjanji. 

Tanggal 12 Mei 2020, pihak keluarga kemudian menanyakan ke pihak BRI. Setelah melakukan konfirmasi baru diketahui bahwa dana pelunasan yang sudah disetor ternyata disalahgunakan.

Yang lebih membuat shock pihak keluarga yakni pihak perbankan tidak mau bertanggung jawab. Bahkan hingga bulan Januari 2021 nasabah masih ditagih senilai Rp 1.146.864.594 ( satu milyar seratus empat puluh enam juta delapan ratus enam puluh empat ribu lima ratus sembilan puluh empat rupiah).

Penasehat hukum Nanang menambahkan, kejadian tersebut juga sudah dilaporkan ke Polres Banjarnegara dengan nomor laporan LP/ B/73/IX/2020/ JATENG/ RES BNA Tanggal 22 September 2020.

Sudah seharusnya BRI Banjarnegara bertanggung jawab karena, nasabah sudah melakukan kewajiban nya dengan baik. 

Selain itu ia juga dilayani oleh karyawan bank tersebut di kantor dan pada saat jam kerja.

Hari ini Jum'at (5/2/2021) gugatan perdata sudah didaftarkan di pengadilan negeri Banjarnegara.

Dalam gugatan tersebut juga disebutkan kerugian immaterial senilai Rp 6 milyar.

Saat dikonfirmasi Samsurizal selaku asisten manager pemasaran (AMP) BRI Banjarnegara, menyebutkan terkait kasus tersebut saat ini sedang ditangani polres Banjarnegara.

Pihaknya mengaku rutin berkordinasi dengan polres. 

"Kami juga berharap ada perkembangan positif, kami juga menginginkan bisa segera selesai,"imbuhnya.

Saat menemui wartawan Samsurizal bersama dengan Ismawanto bagian SDM BRI Banjarnegara. (Ram)