Peningkatan Imunitas Tubuh Menggunakan Self Management* -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Peningkatan Imunitas Tubuh Menggunakan Self Management*

Redaksi
Selasa, 26 Januari 2021

Foto : dok.sakur

Di masa pandemi, semua orang mesti meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terpapar penyakit. Saat ini, upaya terbaik untuk memutus kecepatan rantai penularan virus adalah pembatasan mobilitas, memperbanyak tes, pelacakan, dan isolasi. Di level individu, tentu saja memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Perhatikan juga asupan makanan bernutrisi lengkap yang memiliki karbohidrat, protein, dan lemak baik. Selain itu, perlu tidur yang cukup karena sel-sel melakukan regenerasi ketika kita sedang terlelap, ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.


Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed Koernia Nanda Pratama,S.Kep.,M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.Kom. memaparkan bahwa pada awal tahun 2020 umat manusia di gemparkan dengan munculnya wabah penyakit yang disebut Covid-19. Virus ini mulai merebak di Wuhan, Cina. Tidak disangka sudah 213 negara di dunia di jangkau oleh virus tersebut, termasuk Indonesia. Di seluruh dunia penyakit ini sudah menginfeksi sekitar hampir 2 juta orang dengan kematian mencapai lebih dari 100 ribu kasus. Bila dilihat, kematian akibat lebih banyak terjadi pada pasien dengan komorbid dan kelompok rentan. Selain itu, seseorang yang telah terinfeksi virus ini tidak memunculkan gejala yang serius, bahkan pada saat ini hanya banyak di temui OTG (orang tanpa gejala) yang terinfeksi Virus SARS-CoV-2 (Virus penyebab Covid-19) ini. Hal ini diduga akibat perbedaan kekuatan sistem imun tubuh, dimana pada usia dewasa muda, sistem imun lebih kuat dari pada pasien usia lanjut.


*A. Imunitas Tubuh*


Menurut Praktisi Keperawatan Komplementer FIKes Unsoed Nanda Pratama bahwa penyakit akibat virus memang pada umumnya merupakan ‘self-limiting disease’ kondisi ini hanya mengandalkan kekuatan pertahanan tubuh. Dalam hal ini yang terpenting adalah imunitas tubuh sebagai komponen yang mampu melawan Covid-19 ini terutama dengan  memanajemen diri sendiri agar terhidar dari dampak berbahaya ataupun terpapar Covid-19. Imunitas merupakan sistem daya tahan tubuh terhadap serangan substansi asing yang terpapar ke tubuh kita. Substansi asing tersebut bisa berasal dari luar maupun dalam tubuh sendiri. Contoh subtansi asing yang berasal dari luar tubuh (eksogen) misalnya bakteri, virus, parasit, jamur, debu, dan serbuk sari. Sedangkan substansi asing dari dalam tubuh dapat berupa sel-sel mati atau sel-sel yang berubah bentuk dan fungsinya. Substansi-substansi asing tersebut disebut imunogen atau antigen.


*B. Respon Imun Bawaan*


Ahli Keperawatan Keluarga FIKes Unsoed Nanda Pratama menjelaskan bahwa sejak kemunculannya, SARS-CoV-2 penyebarannya yang meluas ke setiap negara di dunia, umat manusia telah mengalami wabah pandemi Covid-19. Dari munculnya wabah tersebut, beberapa tahun sebelumnya, para ilmuan telah banyak melakukan kajian dan penelitian mendalam tentang respon imun bawaan terhadap virus. Respon ini yang akan menghambat proses replikasi virus, mendorong pembersihan virus, mendorong perbaikan jaringan, dan memicu respon imun adaptif yang berkepanjangan terhadap virus di masa mendatang. Dalam kebanyakan kasus, respon inflamasi paru dan sistemik yang terkait dengan CoV (Corona Virus) dipicu oleh sistem kekebalan bawaan ketika mengenali virus. Walaupun vaksin universal yang melindungi secara luas dianggap sebagai perlindungan utama terhadap penyebaran virus, pengembangan vaksin ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sehingga Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, diperlukan langkah-langkah terapi yang efektif menggunakan akumulasi pengetahuan dari sistem respons imun bawaan yang ada di setiap tubuh manusia. 


*C. Pengaturan Manajemen Diri*


Sebagai seorang ahli Terapis Hyponocaring FIKes Unsoed Nanda Pratama sering menghadapi secara langsung keluhan terkait kondisi kesehatan klien di masyarakat. Untuk itu, Nanda Pratama selalu memberikan layanan secara biopsikososiospiritual saat memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait kesehatan. Pada saat pandemi sekarang ini hal yang paling tepat untuk mengurangi angka penyebaran infeksi Covid-19 ini adalah dengan cara mengatur pola hidup diri sendiri atau istilah lainnya yaitu self management. Cara untuk melakukan self management atau manajemen diri. Manajemen berasal dari kata to manage yang memiliki arti mengatur. Pengaturan merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan, meliputi apa yang harus dilakukan, menetapkan cara bagaimana melakukannya, memahami bagaimana harus melakukan dan mengukur efektivitas dari usaha-usaha tersebut. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Pengertian Manajemen diri yaitu kemampuan untuk menggunakan strategi agar mampu berhadapan secara konstruktif dan efektif dengan variabel-variabel yang mempengaruhi kualitas dari kehidupan personal. Kemampuan ini mencakup manajemen waktu, motivasi, penyusunan tujuan, manajemen stres, konsentrasi, dan manajemen prokrastinasi.


*1. Planning*

Planning (perencanaan) adalah susunan langkah-langkah secara sistematik dan teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan yaitu sebuah rangkaian tindakan ke depan (retrospektif). Perencanaan bertujuan untuk mencapai seperangkat operasi yang konsisten dan terkoordinasi guna memperoleh hasil-hasil yang diinginkan. Dalam konteks ini seseorang merencanakan dan menetapkan rencana tindakan yang dilakukan bagaimana memersiapkan diri dalam menjaga kondisi kesehatan tubuhnya. Misalnya kapan berolahraga, kapan mengkonsumsi makanan bergizi, kapan melakukan aktivitas rutinitas yang semuanya membutuhkan perencanaan yang berbeda dengan saat kondisi normal atau tidak terjadi kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.


*2. Organizing*

Organizing (pengorganisasian) berasal dari kata organize, yang memiliki arti yaitu menciptakan struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa sehingga hubungan satu sama lain terikat oleh hubungan terhadap keseluruhan. Dalam konteks ini, setelah menetapkan rencana, seorang yang berada di kondisi pandemi dapat mengorganisasikan atau menyusun strategi untuk menjaga imunitas atau kekebalan tubuhnya  dengan tepat sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Dalam hal ini, seseorang dapat merencanakan menurut dirinya sendiri, dengan kelompok di masyarakat. Misal dengan mengupdate informasi melalui membaca, membuat jadwal harian kegiatan olahraga secara rutin, melakukan terapi mandiri atau melaui virtual (media digital) seperti digital hypnonursing, yoga, dan lain-lain.


*3. Actuating*

Actuating (pelaksanaan, penggerakan) berarti melaksanakan aktivitas atau kegiatan yaitu mengarahkan orang agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dalam mencapai sebuah tujuan. Dalam perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang. Kegiatan yang telah diorganisasikan dilaksanakan dengan penuh keyakinan dan semaksimal mungkin agar apa yang telah direncanakan dan diorganisasikan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Dalam konteks ini seseorang melaksanakan aktivitas keseharian, mengerjakan olahraga, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi sesuai dengan perencanaan dan pengorganisasian sebelumnya.


*4. Controlling*

Controlling (pengawasan / pengendalian) merupakan tahap pelaksanaan yaitu melakukan evaluasi terhadap rencana dengan hal yang telah dilaksanakan. Hal ini dapat diartikan sebagai proses untuk menetapkan kegiatan apa yang yang sudah dilaksanakan dalam upaya mencegah dari paparan dan infeksi Covid-19, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Pada tahap ini seseorang mengevaluasi semua yang telah dikerjakan guna meningkatakan imunitas di era Covid-19.  Fungsi manajemen ini akan saling terkait, dan tidak lepas satu sama lainnya. Jika semua fungsi berjalan dengan baik maka diharapkan akan baik pula hasilnya.


*D. Saran*


Saran ahli Keperawatan Lansia FIKes Unsoed Nanda Pratama bahwa untuk pemegang kebijakan, perlu sekali di buatkan program self management ini sebagai upaya tindakan preventif pada saat pandemi saat ini, meskipun sudah di berikan vaksinasi namun masih belum cukup untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini, kecuali setiap orang memahami dan mau menjalankan Self manajemen dalam menghadapi kondisi pandemi ini. Karena sampai dengan saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan Covid-19. Sehingga hanya upaya pencegahan dari setiap individu untuk menghadapi pandemi saat ini. Kesadaran setiap individu sangat di perlukan guna memutus penyebaran Covid-19 yaitu dengan melakukan upaya deteksi dini kemudian melakukan isolasi, menerapkan higiene, sering mencuci tangan, melakukan disinfeksi, menggunakan alat pelindung diri, dan mempersiapkan daya tahan tubuh yang baik. 


*E. Daya Tahan Tubuh*


Ahli Perawat Komunitas FIKes Unsoed Nanda Pratama mengatakan telah banyak literatur yang menjelaskan upaya untuk memperkuat daya tahan tubuh terutama pada saluran infeksi pernapasan. Di antaranya seperti, berhenti merokok dan konsumsi alkohol, memperbaiki kualitas tidur, serta mengkonsumsi suplemen.


*1. Berhenti Merokok*

Berhenti merokok dapat menurunkan resiko terjadinya infeksi saluran pernapasan atas dan bawah karena dapat menurunkan fungsi  proteksi epitel saluran napas, makrofag alveolus, sel dendritik, sel NK, dan sistem imun adaptif serta dapat meningkatkan virulensi mikroba dan resistensi bakteri.


*2. Berhenti Konsumsi Alkohol*

Seseorang yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol berdasarkan telaah sistematik menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan resiko pneumonia sehingga mengakibatkan menurunnya fungsi neutrofil, limfosit, silia saluran napas, dan makrofag alveolus.


*3. Kualitas Tidur*

Istirahat yang kurang juga berdampak pada daya tahan tubuh, seperti kurang tidur akan menurunkan imunitas di dalam tubuh. Kekurangan tidur dapat meningkatan kerentanan terhadap infeksi yang ditandai dengan gangguan proliferasi mitogenik limfosit, penurunan ekspresi HLA-DR, upregulasi CD14+, dan variasi sel limfosit T CD4+ dan CD8+. 


*4. Konsumsi Suplemen*

Selain itu mengkonsumsi suplemen juga membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh.


*5. Olah Raga*

Olah raga dengan teratur dapat meningkatkan kebugaran tubuh sehingga ketahan tubuh semakin meningkat, dengan demikian tubuh akan menjadi kuat dan tidak rentan terhadap paparan penyakit.


*F. Sistem Imunitas Tubuh*


Selanjutnya Nanda Pratama yang juga anggota Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia menambahkan bahwa kondisi kekebalan tubuh setiap manusia akan berbeda-beda. Perlawanan terhadap penyakit dapat di lihat dari kualitas system imunitas tubuhnya yang secara optimal dapat melindungi dengan baik, namun bila sebaliknya maka akan mudah terpapar atau rentan terhadap penyakit. Untuk memaksimalkan system imunitas tubuh ini, maka perlu asupan yang cukup terkait vitamin dan mineral yang masuk ke dalam tubuh. Rajin mengkonsumsi makanan dari sumber vitamin dan mineral seperti buah, sayuran, dan hewani akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh secara optimal. Beberapa vitamin dan mineral berperan sebagai antioksidan yang sangat memengaruhi kualitas hidup manusia yang mengandung vitamin A, vitamin E, vitamin C, selenium, zat besi, dan seng. Zat gizi ini diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh karena perannya sebagai zat gizi antioksidan.