CTV Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Didampingi Kuasa Hukumnya, Keluarga Asmawijaya Pathok Tanah Tuntut Hak AtasTanah Waris

Didampingi Kuasa Hukumnya, Keluarga Asmawijaya Pathok Tanah Tuntut Hak AtasTanah Waris


Kuasa Hukum keluarga Almarhum Asmawijaya, Silvia D. Soembarto, SH dari LKBH RJB Banyumas saat membacakan tuntutan pada Keluarga Almarhum Ni Racik untuk mengembalikan Hak atas tanah warisan pada keluarga Kakak dan Adik kandung Asmawijaya.(Foto: Cs23)

BANYUMAS - Puluhan orang yang berasal dari keluarga almarhum Asmawijaya Wangon dengan didampingi kuasa hukumnya memasang pathok diatas tanah yang menurut mereka adalah ahli waris yang berhak untuk menguasai dan mengelola tanah warisan, Sabtu (18/7/2020).


Sebanyak 10 papan bertuliskan "Tanah ini dalam penguasaan LKBH RJB Banyumas, tanah ini milik ahli waris keluarga almarhum Nuyadirwan, Jayakasih, Sanmarta, Nisah, Rawen, Rikem, Wartem, dan Almarhum Ramen yang merupakan Kakak dan Adik kandung Almarhum Asmawijaya".

Hal ini cukup menjadi perhatian masyarakat sekitar karena, puluhan orang mengenakan kaos merah bertuliskan " Ahli Waris Asmawijaya" berkonvoi sepanjang jalan yang dilalui. Bahkan dari pantauan wartawan sama sekali tidak ada pengawalan dari petugas keamanan.


Melalui Kuasa Hukumnya, Silvia D. Soembarto, SH bersama para cucu, keponakan dan keluarga Asmawijaya menancapkan 10 titik yang di katakan sebagai hak atas warisan Almarhum. Diantaranya tanah seluas 20.000 meter persegei di daerah Desa Bantar, Jatilawang, lalu Di Desa Klapagading Kulon, Wangon dan di beberaap tempat lainnya.

Menurut Silvi, dalam kasus warisan keluarga Pasangan Asmawijaya dan Ni Racik tidak mempunyai keturunan, dan hanya mempunyai seorang anak angkat yang dalam hukum Perdata maupun Agama tidak berhak mendapat warisan, terlebih tidak adanya surat wasiat yang mewasiatkan kepada anak angkatnya. Sebelum meninggal Asmawijaya membuat surat wasiat untuk diberikan pada pada adik dan kakaknya.

" Jadi tidak ada dalam hukum perdata maupun Agama yang menyebutkan anak angkat bisa mendapat warisan, anak angkat hanya mendapat hak makan, pendidikan, dan dirawat hingga dewasa,"kata Silvia.

Pihak Keluarga menuntut pengembalian hak para ahli waris Kakak dan Adik Kandung Almarhum Asmawijaya dan dapat dibuktikan bahwa mereka adalah ahli waris yang sah dengan menunjukkan beberapa bukti surat-surat yang menguatkan bahwa mereka adalah keluarga kandung Alm. Asmawijaya dan merupakan ahli waris yang berhak atas objek tanah dan dikuatkan dengan Surat wasiat atas beberapa objek tanah tsb.

Ditambahkan kronologisnya bahwa, pada tanggal 28 November 2009, saudara Muhyanto (ahli waris keturunan Ki Sanwireja Sansarwin) adik Alm. Asmawijaya diminta untuk membagikan warisan sebagaimana tertera dalam surat pelimpahan pembagian waris dari ahli waris pihak perempuan (Ni Racik) atas nama Warsidi Wage akan tetapi hingga saat ini diketahui saudara Muhyanto tidak juga membagikan warisan sesuai surat pelimpahan pembagian waris tersebut kepada ahli Waris Keluarga kakak dan adik Alm.Asmawijaya.

"

"Dan kami meminta kepada saudara Muhyanto untuk mengembalikan hak hak waris klien kami sesuai surat pembagian waris tersebut, dan kami masih memandang saudara Muhyanto dapat melakukan itikad baik untuk mengembalikan, maka dalam jangka waktu 1x24 jam, kami berharap hak klien kami sudah diberikan sesuai (surat dan wasiat)."Tambahnya.

Karena tanah tersebut sebenarnya adalah
hak dari Para ahli waris maka Muhyanto Cs, Sarmini dan Kusman telah melakukan perbuatan melawan hukum karena mengelola dan menguasai tanah obyek sengketa tanpa seijin dari para ahli waris yang sah.

"Mengenai ketetapan saudara kandung sebagai ahli waris, mereka adalah ahli waris yang sah dengan menyerahkan Surat Pernyataan Ahli Waris yang diketahui oleh Lurah dan Camat yang telah dicocokan dengan aslinya." Kata Silvia.


Salah satu Cucu Asmawijaya, Admin menjelaskan semasa Asmawijaya (suami) dan Ni Racik (istri) hidup, tidak mempunyai anak keturunan satu orangpun yang sedarah hingga akhirnya mengangkat anak dari keturunan Ni Racik (istri) yaitu Sarmini dan kusman yang jelas nasabnya sesuai Hukum Islam hanya kepada Bapak dan ibu kandungnya.

"Setelah bubarnya harta bersama, kekayaan bersama mereka dibagi dua antara suami dan istri, atau antara para ahli waris mereka, tanpa mempersoalkan dari pihak mana asal barang-barang itu, " kata Admin.

Menurutnya, penyelesaiannya adalah harta warisan pasangan suami istri itu dipisahkan menjadi harta bawaan serta harta bersama suami istri. Harta bersama kemudian dibagi menjadi dua bagian yaitu setengah bagian untuk suami dan setengah bagian untuk istri. Bagian suami ditambah harta bawaan suami inilah yang dibagikan pada kakak dan adik.

"Anak angkat tidak menjadi ahli waris orangtua angkat, maka dia tidak mendapat warisan dari orang tua angkatnya, Demikian juga orang tua angkat tidak menjadi ahli waris anak angkatnya, maka ia tidak mendapat warisan dari anak angkatnya, Anak angkat boleh mendapat harta dari orang tua angkatnya melalui wasiat."Katanya.(*)
#asmawijaya #kuasahukumasmawijaya #asmawijayawangon #lkbhrjb banyumas #sengketatanah asmaracik

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.