74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

5 Keuntungan Mengenalkan Bela Diri untuk Anak Sejak Dini

5 Keuntungan Mengenalkan Bela Diri untuk Anak Sejak Dini



CTV.co.id, Olahraga - Olahraga bela diri identik dengan latihan fisik yang keras. Orang tua terkadang merasa was-was jika buah hatinya mengikuti latihan bela diri justru akan hobi berkelahi. Namun sesungguhnya, bela diri untuk anak justru memiliki banyak keuntungan. Energi anak-anak yang begitu meluap akan dapat tersalurkan secara positif dan menguatkan fisiknya.

Bela diri juga memiliki keuntungan lain yang mungkin tidak disadari orang tua. Bahkan ada yang bilang anak sudah dapat mengikuti latihan bela diri sejak  usia 5 tahun. Untuk itu, mari kita simak penjelasan berikut!

Meningkatkan Kedisiplinan

Beberapa jenis bela diri seperti karate, pencak silat, atau wushu memiliki sejarah panjang dari masing-masing negara asalnya. Pada zaman dahulu, bela diri biasanya dikuasai oleh para kesatria yang menganut nilai-nilai luhur seperti kesetiaan, kedisiplinan, pantang menyerah, dsb.

Nilai kedisiplinan adalah salah satu nilai yang sangat ditekankan dalam bela diri. Apabila tidak disiplin, tentu saja hasil latihan tidak akan terlihat kemajuannya. Latihan kedisiplinan inilah yang membuat bela diri untuk anak menjadi penting, yaitu sebagai fondasi bagi karakter anak di kemudian hari. Dengan kedisiplinan yang diajarkan saat latihan, anak akan lebih mudah diajarkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Melatih Rasa Tanggung Jawab

“Seiring kekuatan besar, muncul tanggung jawab yang besar pula.”

Kutipan tersebut diucapkan oleh paman dari tokoh fiksi Spiderman. Dalam mengajarkan bela diri untuk anak, hal ini juga berlaku. Orang tua tidak perlu khawatir buah hatinya akan menjadi hobi berkelahi. Justru dengan mengikuti bela diri, pelatih akan menekankan untuk tidak mudah menyerang orang terlebih dahulu.

Kekuatan yang dimiliki murni dipakai untuk membela diri apabila diserang. Dengan demikian, anak akan belajar bertanggung jawab untuk tidak menyalahgunakan kelebihan yang dimilikinya.

Memupuk Solidaritas


Mengajarkan bela diri untuk anak bisa menumbuhkan rasa solidaritasnya kepada teman. Dalam sebuah perguruan bela diri, anak akan berinteraksi dengan banyak teman yang sama-sama berlatih. Mereka akan merasakan berlatih bersama, lelah bersama, bercanda bersama dan berusaha menguasai jurus-jurus yang diajarkan bersama-sama.

Terkadang, anak  juga akan membutuhkan pasangan untuk berlatih dalam pertarungan. Saat-saat seperti itulah, solidaritas anak terhadap temannya akan terbentuk. Saat berlatih bersama teman, anak harus mengerti bahwa ia tak boleh menyakiti temannya, tapi murni untuk berlatih.

Melatih Mental Pemberani


Saat melatih bela diri untuk anak, ia akan diajarkan untuk tidak takut kepada apapun selama ia benar. Kemampuannya dalam membela diri juga akan membentengi mentalnya agar tidak takut bila diancam atau diserang oleh orang lain.

Meski demikian, orang tua tetap harus membimbing dan memberikan pengertian kepada anak mengenai situasi berbahaya yang mungkin terjadi. Bila anak telah memiliki mental pemberani, kelak ia pun tidak akan takut untuk mencoba banyak hal baru.

Berprestasi Lebih Awal


Berprestasi Lebih Awal

Olahraga bela diri sangat mengandalkan kekuatan fisik dalam meraih prestasi. Bila anak sudah mencapai tingkat mahir, ia dapat mengikuti berbagai kejuaraan bela diri untuk anak sesuai kelasnya.

Anak juga bisa dipersiapkan menjadi atlet profesional apabila dirasa memiliki bakat. Semakin muda umur anak berlatih, kesempatan dalam meraih prestasi sebagai atlet akan semakin besar. Karena semakin tua, kekuatan fisik yang dimiliki seorang atlet tentu akan berbeda dengan yang masih muda. Bukan tidak mungkin anak Anda bisa menjadi atlet yang akan mengharumkan nama bangsa.

Demikianlah beberapa keuntungan mengenalkan bela diri untuk anak sejak dini. Tentu sebagai orang tua, Anda tak mau melewatkannya bukan? Coba ajak anak Anda ke tempat latihan bela diri dan tawarkan apabila ia tertarik mengikutinya.

0

Posting Komentar