74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

PB Forki Rekomendasikan Bentuk Pengurus Baru Forki Jateng


SEMARANG - Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI)  Jawa Tengah sementara mengadakan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) di Aula KONI Jateng, Sabtu (31/8). Hal tersebut dilakukan karena kepengurusan hasil musprov sebelumnya dianggap melanggar tata tertib dan AD/ART Forki yang ditandai dengan Surat Keputusan PB Forki No.055/KPTS-FORKI/KU/VII/2019 tertanggal 2 Juli 2019 tentang Pembatalan dan pembekuan pengurus sebelumnya. Dengan begitu surat keputusan PB Forki No.92.A/KPTS/PB FORKI/KU/IX/2018 tertanggal 28 September 2018 dianggap sudah tidak berlaku lagi.

Musprovlub tersebut dilaksanakan berdasarkan SK PB Forki No.062/KPTS-FORKI/KU/VII/2019 tertanggal 22 Juli 2019 tentang pengurus sementara Pengprov Forki Jateng. Dari daftar hadir dan undangan sebanyak 70 Pengcab dan puluhan perwakilan perguruan berbagai aliran turut menghdiri Musprovlub tersebut.

Selain itu juga dihadiri oleh unsur pengurus PB Forki, Pengurus sementara dan peninjau yang khusus diundang untuk memantau kesiapan jalannya Musprovlub. Sementara itu Ketua KONI Jateng Subroto membuka Musprovlub tersebut.

Dalam amanatnya, ketua KONI Jateng berpesan agar tetap menggunakan akal sehat dalam berorganisasi. "Berpikirlah waras, karena itu akan menjadi titik tolak sehatnya Forki, jadilah Karateka bersatu untuk membangun prestasi, jd jangan pada ribut,"katanya.

Subroto menjelaskan latar belakang KONI  membuat rekomendasi adalah bergerak melaksanakan tugas dan kewenangan berdasarkan AD ART dan karena adanya SK dari PB Forki. Sedangkan tekad KONI  cuma membangun presatasi atlet di Jawa Tengah. "Sesuai petunjuk Gubernur Ganjar Pranowo ciptakan Goodsport Goverment untuk menciptakan atlet berprestasi, dan semua itu dibangun dari organisasi,"katanya.

Ia berharap makna untuk mendalami  AD ART. Harus bersih dan tidak konflik. Sinergi untuk membangun atlet jangan membangun diri sendiri." Forki harus bisa menghasilkan prestasi atletnya,ini kami tunggudan harus muncul, "katanya.

Ditambahkan menjadi atlet itu pilihan, sehingga mohon bila ada pengurus baru atletnya jangan diganti. "Bila ada pergeseran atlet, harus melalui seleksi, tidak ada perguruan paling hebat kecuali karakter yg bisa dibangun, ribut tapi tidak punya atlet ya percuma,"katanya.

Selain itu dalam Goodsport juga diharapkan mampu mensejahterahkan atletnya."Koni hanya memfasilitasi yang sangat kecil untuk membangun olahraga, sinergi tripartid antara pemerintah ,KONI, dan pengurus olahraga yang akan membangun kebangkitan prestasi,"katanya.(*)
0

Posting Komentar